Apabila ada yang berpendapat hidup itu seperti roda yang berputar, diriku adalah bukti hidupnya. Lima tahun yang lalu, nama saya hanya Fauzi, seorang pemuda yang setiap hari bergelut dengan oli bekas, bau bensin, dan debu jalanan di salah satu bengkel sederhana kawasan Bandung dan sekitarnya. Tangan kasar, kuku gelap karena oli yang susah hilang… Read More


Nama saya Herman. Bila melihat saya berdiri di balik meja kasir toko alat musik terbesar dan paling lengkap di wilayah Semarang saat ini, boleh jadi tidak ada yang menyangka bahwa belasan tahun lalu, tangan saya kapalan bukan lantaran merakit gitar mahal, melainkan karena memetik senar gitar akustik tua di pinggir jalanan Simpang Lima. Menjalani… Read More